Keuntungan dan kerugian wirausaha
Nama :Asila Wati
Nim :210101112
Kelas :Vf
MK : kewirausahaan
Pengertian Wirausaha
Wirausaha adalah individu atau individu yang mendirikan, mengelola, dan mengembangkan bisnis atau usaha dengan tujuan untuk menciptakan nilai tambah, menghasilkan keuntungan, dan mengelola risiko. Seorang wirausaha bertanggung jawab untuk mengidentifikasi peluang bisnis, mengumpulkan sumber daya, mengatasi hambatan, dan menjalankan operasi bisnisnya.
Mereka sering kali inovatif, kreatif, dan siap mengambil risiko untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis mereka. Wirausaha memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial, karena usaha-usaha baru dan ide-ide inovatif mereka dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memberikan solusi untuk masalah yang ada dalam masyarakat.
Keuntungan berwirausaha:
a .Dapat memilih bidang usaha sesuai minat dan bakat; seorang wirausahawan dapat memilih bidang usaha sesuai dengan minat dan bakatnya, maka ia akan mencintai usahanya, dan jika ia sudah mencintai usahanya maka segenap perhatian dan kemampuan akan dicurahkan demi perkembangan usaha. Selain bidang usaha yang dipilih tersebut sesuai dengan minat dan bakat tentunya yang memang dibutuhkan oleh konsumen agar “profitable”.
b .Keuntungan usaha dapat dinikmati sendiri ; usaha yang dijalankan merupakan usaha yang dimilikinya maka keuntungan dari hasil usaha menjadi miliknya juga. Ia akan memperoleh minimal dua macam pendapatan. Pertama, pendapatan dari posisinya sebagai pemilik usaha dan kedua, pendapatan yang diperoleh dari posisinya sebagai manajer.
C .Memperoleh kepuasan; keberhasilan mengelola usaha akan memberikan kepuasan tersendiri bagi seorang wirausahawan. Kepuasan ini secara tidak langsung akan memotivasi dirinya untuk lebih giat bekerja agar perkembangan usaha semakin lama semakin baik dan kuat dalam menghadapi persaingan. Kepuasan juga akan mempertebal rasa percaya diri dalam berinteraksi dengan pihak ketiga termasuk dengan pelanggan, pemasok, distributor, perbankan dan investor.
d .Tidak ada yang memerintah; seorang wirausahawan, ia menjadi pemilik sekaligus manajer dari perusahaannya maka ia juga memegang jabatan tertinggi di perusahaan tersebut sehingga tidak ada seorangpun yang akan memerintahnya untuk melakukan tugas- tugas tertentu. Ia hanya diperintah oleh dirinya sendiri dan ia dapat memerintah orang lain yang bekerja kepada dirinya.
E .Tidak perlu persetujuan pihak lain dalam membuat keputusan; saat tertentu seorang wirausahawan harus mengambil keputusan tentang sesuatu hal misalnya keputusan untuk melakukan ekspansi dengan membuka cabang perusahaan ditempat lain, keputusan untuk mengikuti pameran produk yang diselenggarakan oleh pihak tertentu, keputusan joint venture, dll. Seorang wirausahawan sebagai pemilik dan manajer perusahaan dapat memutuskan semua hal tersebut tanpa harus menunggu kebijakan dari pihak lain, kalaupun ia meminta pertimbangan dari tenaga ahli atau konsultan dengan alasan agar keputusan yang akan diambil merupakan keputusan yang paling baik bagi perkembangan perusahaan. Semua masukan dari pihak lain menjadi pertimbangan seorang wirausahawan dan pada akhirnya dia sendiri yang akan mengambil keputusan.
F .Mempunyai peluang membantu orang lain; Sebagai makhluk sosial seorang wirausahawan mempunyai cukup peluang untuk membantu orang lain misalnya dengan mengalokasikan zakat penghasilan untuk membantu korban bencana alam, peperangan, ataupun mempekerjakan mereka yang mempunyai potensi tetapi belum bernasib baik mendapatkan pekerjaan, dengan tetap memperhatikan kualitas sesuai job specification.
2. Kerugian berwirausaha:
1. Jam kerja panjang dan tidak teratur; wirausahawan tidak menutupkemungkinan akan bekerja dengan jam kerja yang sangat panjang mulai dari bangun tidur pagi hari sampai menjelang tidur kembali di malam hari. Waktu benar-benar tercurah kepada kepentingan usaha apalagi jika usaha yang dijalankan sedang menghadapi kerugian atau sebaliknya karena ingin mendapatkan keuntungan yang besar pada periode tertentu. Selain itu jam kerja wirausahawan tidak menentu. Pada saat tertentu memiliki waktu luang yang cukup tetapi pada saat lainnya ia sangat sibuk bahkan sampai lupa beristirahat.
2. Resiko dan tanggung jawab luas; sehubungan dengan posisinya sebagai pemilik sekaligus manajer bagi usahanya sendiri maka seorang wirausahawan memiliki tanggung jawab yang luas terhadap keberhasilan dan kegagalan usahanya. Wirausahawan harus menanggung resiko pada saat terjadi kerugian pada usahanya. Tidak menutup kemungkinan resiko harus dipertanggungjawabkan sampai kepada harta yang dimiliki walaupun berada di luar perusahaan. Hal ini terutama jika perusahaan bentuknya perseorangan dan pailit sehingga akan ditutup, maka untuk memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga wirausahawan harus menutup semua kewajiban tersebut walaupun dengan menggunakan harta yang ada dirumah.
3. Pendapatan tidak stabil; Salah satu kerugian yang dialami oleh wirausahawan berhubungan dengan pendapatan. Pendapatan wirausahawan tidak dapat dipastikan atau tidak stabil. Pada periode tertentu pendapatan bersih setelah dikurangi dengan total pengeluaran akan menghasilkan keuntungan. Besarnya keuntungan dari satu periode ke periode lainnya berubah-ubah, terkadang besar pada saat lainnya kecil, bahkan pada periode tertentu wirausahawan mengalami kerugian usaha. Inilah salah satu resiko yang dapat dialami oleh wirausahawan.
4. Sering terlibat masalah keuangan; kerugian lain yang dialami oleh hampir setiap wirausahawan adalah masalah keuangan. Wirausahawan harus berpikir keras untuk dapat mengalokasikan dana yang ada untuk berbagai kepentingan usaha termasuk pembelian bahan baku, upah tenaga kerja, biaya promosi dan lain-lain.
5. Belajar tidak ada akhirnya; wirausahawan dituntut untuk selalu mengadaptasi berbagai perubahan yang terjadi. Keterlambatan dalam mengikuti perkembangan dunia usaha akan berakibat kerugian Wirausaha
Kesimpulan
Sumber
https://umsu.ac.id/artikel/pengertian-wirausaha-unsur-dan-contohnya/
https://tipsserbaserbi.blogspot.com/2015/03/keuntungan-dan-kerugian-berwirausaha.html?m=1
Apa yang menjadi penyebab kegagalan bagi seseorang wirausaha?
BalasHapusHal ini sesuai dengan teori yang dinyatakan oleh Zimmerer yang dikutip oleh Suryana, bahwa faktor yang mempengaruhi kegagalan seorang wirausaha adalah tidak kompeten dalam manajerial, kurang berpengalaman, kurang dapat mengendalikan keuangan, gagal dalam perencanaan, lokasi kurang memadai, kurangnya pengawasan
HapusBagaimana jika seandainya wirausaha yang ditekuni menemukan kegagalan?
BalasHapusSikap apa yang harus dimiliki seorang wirausaha agar tidak mengalami kerugian saat berwirausaha?
BalasHapusApa sajasih keutungan dalam bisnis Wirausaha
BalasHapusBagaimana cara supaya bisnis yang di jalankan mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian, tolong jelaskan?
BalasHapusBerikan contoh usaha yang bisa di jalankan dengan minim kerugian?
BalasHapusBagaimana cara menumbuhkan minat menjadi wirahusaha yang sukses
BalasHapusSyukron
BalasHapus